Selasa, 03 April 2012

Bab 3 .Sistem Ekonomi Indonesia

PENGERTIAN SISTEM

Sebuah system pada dasarnya adalah suatu “organisasi besar” yang menjalin berbagai subjek atau objek serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu.  Subjek atau objek pembentuk suatu system dapat berupa orang-orang atau masyarakat.

Kehadiran subjek-subjek atau objek-objek ini baru merupakan himpunan. Himpunan subjek atau himpunan objek baru lengkap jika ada perangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalin tentang bagaimana subjek/objek bekerja, berhubungan dan berjalan atau dijalankan. Perangkat kelembagaan meliputi lembaga atau wadah tempet subjek/objek itu berhubungan, cara kerja dan mekanisme yang menjalin hubungan subjek/objek tadi, serta kaidah atau norma yang mengatur hubungan subjek/objek tersebut agar serasi.

Keserasian hubungan antar subjek/objek termasuk bagian atau syarat sebuah system karena, sebagai suatu “organisasi”, setiap system tentu mempunyai tujuan tertentu. Guna membentuk dan memelihara keserasian itu, maka diperlukan kaidah atau norma-norma tertentu yang harus dipatuhi oleh subjek dan objek. Kaidah atau norma yang dimaksud bisa berupa aturan dan peraturan, baik tertulis maupun tidak tertulis.
Sebuah system bukan sekedar himpunan subjek ( misalnya kumpulan orang atau masyarakat, kumpulan karyawan atau serikat buruh ) atau himpunan objek ( kumpulan tanaman bunga atau taman, kompulan dokumen atau arsip ). Sistem adalah jalinan itu semua, mencakup subjek/objek dan perangkat kelembagaan yang membentuknya.
Sistem pada hakekatnya senantiasa merupakan bagian dari sebuah suprasistem, yakni sebuah system lebih besar kemana ia (bersama dengan beberapa system lain) menginduk. Sistem tidak (tidak bisa) berdiri sendiri, melainkan terkait dengan system lain.

SISTEM EKONOMI DAN SISTEM POLITIK
Sistem ekonomi adalah suatu system yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antarmanusia dengan seperangkat kelembagaan, dalam suatu tatanan kehidupan. Sistem ekonomi terdiri atas unsure-unsur manusia sebagai subjek dan barang-barang ekonomi sebagai objek, serta seperangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan berekonomi.
Suatu system ekonomi tidaklah berdiri sendiri. Ia berkaitan dengan falsafah,pandangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak. Sebagai bagian dari suprasistem kehidupan, system ekonomi berkaitan erat dengan system-sistem social lain yang berlangsung di dalam masyarakat. Terdapat kecenderungan umum bahwa setiap ekonomi di sebuah negara “ berandengan tangan “ dengan system politik di egara bersangkutan, ideology ekonomi berjalan seiring dengan ideology politik.
Sistem ekonomi suatu negara dikatakan bersifat khas, sehigga bisa dibedakan dari system ekonomi yang berlaku atau diterapkan dinegara lain, berdasarkan beberapa sudut tinjauan seperti :
  1. Sistem pemilikan sumber daya atau factor-faktor produksi.
  2. Keleluasaan masyarakat untuk saling berkompetisi satu sama lain dan untuk menerima imbalan atas pretasi kerjanya.
  3. Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan, dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya.
KAPITALISME DAN SOSIALISME
Dikenal dua macam system ekonomi yang ekstrem, system ekonomi kapitalis dan system ekonomi sosialis.
Sistem ekonomi kapitalis mengakui kepemilikan individual atas sumber daya ekonomi atau factor-faktor produksi. Terdapat keleluasaan yang sangat longgar bagi perorangan dalam atau untuk memenuhi kebutuhan hidup, persaingan antrabadan usaha dalam mengejar keuntungan sangatlah dihargai. Tidak terdapat kekangan atau batasan bagi orang perorangan dalam menerima imbalan atas prestos kerjanya. Campur tangan pemerintah atau negara sangatlah minim. Pemerintah lebih berkedudukan sebagai “pengamat” dan :pelindung” perekonomian. Contoh negra yang menganut system ekonomi ini adalan Amerika Serikat.
Sistem sosialis adalah kebalikannya. Sumber daya ekonomi atau factor produksi diklaim sebagai milik negara. Menekankan pada kebersamaan masyarakat dalam menjalankan dan memajukan perekonomian. Imbalan yang diterimakan pada perorangan didasarkan pada kebutuhannya. Kadar campur tangan pemerintah sangat tinggi. Pemerintahlah yang menentukan dan merencanakan tiga persoalan pokok ekonomi ( what, how, for whom ). Contoh negara yang menganut system ekonomi ini adalah Uni Sovyet ( sebelum negara ini bubar ).
 Diantara kedua ekstrem system ekonomi tersebut, terdapat system lain yang merupakan “ campuran “ antara keduanya. Sistem ekonomi campuran diterapkan oleh negara-negara berkembang atau negara-negara Dunia Ketiga. Dalam system ni, kadar kapitalismenya selalu lebih tinggi atau bobot sosialismenya senantiasa lebih besar.

PERSAINGAN TERKENDALI
Pemerintah turut mengatur penyediaan bidang pendidikan/ keahlian, berdasarkan proyeksi kebutuhan. Jadi, tidak sepenuhnya dilepas kepada pihak swasta. Pemerintah mengendalikannya dengan membaca prioritas-prioritas bidang usaha, termasuk juga prioritas lokasi usaha. Pemerintah justru mengatur ketentuan upah minimum bagi pekerja, agar memenuhi standar kebutuhan hidup minimum yang layak. Kesimpulannya adalah, bahwa iklim persaingan berekonomi dan kompetisi berbisnis di Indonesia bukanlah persaingan yang bebas-lepas, melainkan persaingan yang terencana-terkendali.

KADAR KAPITALISME DAN SOSIALISME
Unsur-unsur kapitalisme dan sosialisme jelas terkandung dalam pengorganisasian ekonomi Indonesia. Untuk melihat seberapa tebal kadar masing-masing “isme” ini mewarnai perekonomian, seseorang bisa melihatnya dari dua pendekatan. Pertama adalah Pendekatan Faktual-Struktural, yakni menelaah peranan pemerintah atau negara dalam struktur perekonomian. Kedua adalam Pendekatan Sejarah, yakni menelusuri bagaimana perekonomian bangsa diorganisasikan dari waktu ke waktu.
Pendekatan Faktual-Struktural dapat diukur dengan menggunakan Kesamaan Agregat Keynesian yang berumuskan Y = C + I + G + ( X-M ). Diamana Y=Pendapatan Nasional, C = konsumsi, I = investasi, G = pengeluaran konsumsi pemerintah, X = ekspor, M = impor.
Dengan pendekatan Sejarah, betapa bangsa atau masyarakat kita tidak pernah dapat menerima pengelolaan makroekonomi yang terlalu berat ke kapitalisme ataupun sangat bias ke sosilalisme. Sistem ekonomi campuran dengan persaingan terkendali, agaknya merupakan system ekonomi yang tepat untuk mengelola perekonomian Indonesia.

Kamis, 22 Maret 2012

Sang Maestro Musik Indonesia

Tonny Koeswoyo
 
Tonny Koeswoyo (lahir di Tuban, Jawa Timur, 19 Januari 1936 – meninggal di Jakarta, 27 Maret 1987 pada umur 51 tahun) atau Koestono Koeswoyo adalah pimpinan dari group Koes Plus. Tonny dapat memainkan tiga alat musik yaitu piano, gitar dan keyboard. Ia juga menciptakan lirik yag indah serta penuh makna dengan gaya bahasa yang sederhana namun penuh arti. Chrisye yang menyanyikan lagu ciptaan Tonny koeswoyo "Cintamu tlah Berlalu" dalam salah satu albumnya mengatakan lirik yang dibuat Tonny Koeswoyo sangat dalam dan puitis.


Karier
Tahun 1962 dia mendirikan Koes Bersaudara yang anggota anggotanya adalah kakak dan adik adiknya putra Koeswoyo yaitu John Koeswoyo, Tonny Koeswoyo, Yon Koeswoyo, Yok Koeswoyo dan Nomo Koeswoyo.
Di awal tahun 1960-an group musik di Indonesia umumnya lebih bangga menyanyikan lagu asing, namun Koes bersaudara merupakan pelopor mencipta dan merekam lagu berbahasa Indonesia. Atas permintaan penonton ketika Koes Bersaudara manggung, mereka "terpaksa" membawakan lagu lagu The Beatles, Kalin Twin dan Everly Brothers yang ujung ujungnya dituduh Bung Karno sebagai penyebar Musik Ngak Ngik Ngok tak berbudaya Indonesia. Oleh karenanya mereka mendekam di Bui tanpa proses pengadilan selama 3 bulan. Sekeluar dari bui, situasi dalam penjara dipotret melalui lagu lagu Koes Bersaudara berikutnya.
Di tengah situasi ekonomi sulit, Nomo Koeswoyo mengundurkan diri. Keadaan ekonomi Tonny Koeswoyo pun menurun hingga menjual radio satu satu miliknya untuk membeli becak guna menyambung nyawa. Tetapi berusaha keras eksis di bidang musik dengan merekrut Murry atau Kasmuri membentuk group musik yang diberi nama sementara FREE AND PEACE, sebelum kemudian terinspirasi dengan APC PLUS dan Koes Plus-lah nama yang dipilih untuk nama Group yang terdiri dari Tonny, Yon, Yok, dan Murry. Maestro musik yang bernama asli KOESTONO ini seperti mendapat energi baru dengan masuknya Murry, sehingga kreatifitasnya tidak terbendung dengan menampilkan irama musik yang lebih bervariasi.
Walau mula mula Koes Bersaudara dan Koes Plus berkiblat musik barat, tetapi suatu waktu Tonny Koeswoyo berseru agar musisi Indonesia jangan segan menggali kekayaan seni Musik Tradisional Indonesia. Dan dia benar benar berhasil membuktikan dengan keberhasilannya meramu musiknya dengan warna lokal / tradisional Indonesia. Hingga hari ini belum kita temukan musisi sekonsitensi dia dalam beridealisme. Hal ini dibuktikan dengan sejumlah album Pop Indonesia, Pop Jawa, Pop Melayu, Pop Keroncong, kemudian "diversifikasi" menjadi Album Anak-anak, Natal, Qosidah, Another Song for You (bahasa Inggris), Album In Hard Beat, Folksong.
Dengan berbekal bacaan filsafat yang bersumber dari Al Qur'an, Injil, Gitanjali, Bhagawad Gita, Vivekananda, dan lain sebagainya, menyebabkan lirik lagu yang dia ciptaan memiliki bobot.Tidak hanya tema cinta yang diusung oleh Tonny Koeswoyo, tetapi merambah pada tema Ke-Tuhan-an, tema Nasionalisme, Keindahan Alam, dan lain-lain.Walaupun pada waktu itu sempat menimbulkan pendapat miring bagi pengamat musik, konsep mencipta lagu yang berlirik sederhana, dan easy listening, menjadikan lagu Koes Bersaudara dan Koes Plus bertahan hingga 3 dasawarsa tidak mustahil menjadi "lagu rakyat" sepanjang masa. Intensitas bermusik yang tinggi menyebabkan raganya "terlupakan", sehingga pada tanggal 27 Maret 1987 penyakit kanker usus mengakhiri hidupnya. Tonny Koeswoyo tutup usia di Jakarta pada umur 51 tahun.